| ADAB AWARD ; Penghormatan dan Penghargaan untuk Seniman | |  | | 06/01/2009 08:03:43 SOSOK ‘Dekan’ yang satu ini terbilang orang yang tak betah berdiam diri. Berpikir kreatif, berinovasi dan melakukan terobosan baru dalam sebuah fakultas merupakan suatu keharusan seorang pimpinan pada masa kini. “Tujuan perlu kreativitas, berinovasi dan melakukan terobosan baru tidak lain untuk meningkatkan mutu Fakultas Adab, meningkatkan kreativitas mahasiswa dan pengembangan sumber daya manusia di kalangan sivitas akademika, khususnya Fakultas Adab,” kata Dr H Syihabuddin Qalyubi Lc MAg, Dekan Fak Adab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, belum lama ini. Syihabuddin baru menjabat sebagai dekan pada tahun 2007. Namun ia banyak menyimpan obsesi dan idealisme untuk mengangkat ‘harkat dan derajat’ fakultas yang dipimpinnya. Syihab sebenarnya tak ingin lagi mendengar kesan seolah-olah ‘Fakultas Adab’ adalah fakultas yang mengurusi soal ‘sopan santun’ atau ‘tata krama’. Padahal fakultas ini sebenarnya memiliki mata kuliah yang mengajak para mahasiswa berpikir jauh ke depan, kreatif dan berkarya nyata. Karenanya Syihab telah melayangkan surat usulan ke rektorat pengubahan nama fakultas menjadi Fakultas Adab dan Ilmu Kebudayaan. Tak heran, selain kegiatan-kegiatan rutin perkuliahan, Syihab menggelar sejumlah kegiatan yang bisa memancing gairah para mahasiswa dan dosen serta menarik minat pihak luar. Misalnya melakukan bedah novel best seller ‘Ayat Ayat Cinta’ karya Habiburrahman dan novel Balada Cinta Mejenun karya Aguk Irawan. Kemudian menghadirkan kritikus sastra dan pemikir dari Syiria, Adonis. Pada pertengahan Januari 2009 ini juga akan diadakan Festival Sastra dan Adab Awards yang bekerja sama dengan Dewan Kebudayaan Kota Yogya. “Fakultas Adab ingin memberikan apresiasi yang tinggi kepada seniman, karena kita akan memberikan Adab Award sebagai upaya memberikan penghormatan dan penghargaan kepada seniman,” kata Syihab. Usai memberikan Adab Award, menurut Syihab, sebenarnya pihaknya ingin membantu para dosen dan mahasiswa yang memiliki potensi seninya seperti seni kaligrafi untuk dikembangkan dan dipasarkan hasil-hasil karyanya. Karenanya ia sudah menghubungi Syeh Puji, selaku pengusaha kaligrafi yang omzetnya miliaran rupiah, agar bisa bekerja sama dengan Fak Adab Selain itu Fak Adab juga sudah memiliki studio musik sendiri yang bisa dimanfaatkan para mahasiswa dalam mengembangkan bakat seninya. “Kami memiliki visi market building yaitu mendekatkan kegiatan-kegiatan akademik dengan market. Selain itu membuat panggung bagi sivitas akademika untuk memasarkan kreativitasnya.” Pria kelahiran Tasikmalaya, 21 September 1952, anak pasangan H Ahmad Qalyubi (alm) dan Hj E Anisah (alm.). Mertuanya KHA Wahab Muhsin (alm) dan Hj Siti Shofiah (alm). Ia menikahi Hj Ai Titim Chotimah SAg dan kini dikaruniai tiga anak bernama Nabila Syihab, Nadia Syihab, dan Nizhal Syihab. (Cdr)-m |  |
|
|
kerjasama Fak Adab dan DKK |
07/01/2009 09:57:35 MENYAMBUT awal tahun 2009 ini Dewan Kebudayaan Kota Yogya dan Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) membuat gebrakan baru dengan menggelar sebuah hajatan istimewa sekaligus sebagai gebrakan awal tahun 2009 untuk para sastrawan di Yogyakarta. Kegiatan yang diberi nama Festival Sastra Yogyakarta (FSY) I akan diadakan pada 15 Januari 2009 di Gedung Pusat Studi Bahasa, Budaya dan Agama UIN Suka, dimulai pukul 09.00 hingga 16.00. Menurut Ketua Panitia FSY I, Mustofa W Hasyim, festival akan melibatkan puluhan sastrawan dan grup musik baik sebagai penampil di atas panggung pembacaan cerpen dan puisi maupun pembicara dan peserta aktif dalam diskusi sastra. Untuk acara dialog sastra, kata Mustofa, acara akan diisi oleh Hamdy Salad (Dinamika Komunitas Sastra Kampus), Hari Leo (Dinamika Pertunjukan Sastra Yogya), Mustofa WH (Dinamika Komunitas Sastra non Kampus), Dr Taufik A Dardiri (Dinamika Sastra Santri), dan Sholeh UG (Dinamika Sastra Buku). Sedangkan untuk pembaca puisi, geguritan dan cerpen itu Iman Budi Santosa, Evi Idawati, Untung Basuki, Labibah Yahya, Dinar Setiawan, Nadia Wasta Utami, Visti, Harmono, Koh Hwat, Mutia Sukma, Wakil Eska, Pepen Eko Prihantoro, Ulfatin Ch, Maston, Nora Septiana, Elizabeth Kristin, Lincak, Daniel SS, Kedung D Romasnyah, Bj Kutub, Ira Puspita, Akhir Lusono. Selain itu ada penampilan grup musik berbasis sastra seperti Hip Hop, Jimbe, Campur Sari Gurit. “Acara akan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Dr Amien Abdullah,” kata Mustofa kepada KR, Selasa (6/1). Ia juga menambahkan bahwa di sela acara Fakultas Adab akan memberikan anugerah Adab Award kepada seorang yang akan dipilihnya. Mustofa menyebutkan FSY I yang bermotto Sastra untuk Kemajuan Bangsa mengusung tema Revitalisasi gerakan sastra Yogya berbasis komunitas. Kegiatan ini, lanjutnya, dilatarbelakangi atas hasil pengamatan bahwa kehidupan sastra di Yogyakarta, meski diakui telah sejak tahun 1960an menjadi ikon budaya Yogyakarta, tetap belum menggembirakan. Bahkan sastra Yogyakarta oleh pemerintah dan lainnya kurang diperhitungkan, cenderung disingkirkan. Dikemukakan, dalam festival kesenian, misalnya, sastra tidak diberi tempat yang selayaknya. Bahkan ditiadakan. Oleh karena para sastrawan Yogya membutuhkan event besar berupa ‘Festival Sastra Yogyakarta’ sebagai wahana untuk mengenal dan mengenalkan diri. “Untuk memenuhi kebutuhan para sastrawan berdialog dan tampil maka penyelenggaraan sebuah festival dengan nama Festival Sastra Yogyakarta menjadi penting dan mendesak. Inilah yang diupayakan oleh Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, bersama komunitas sastra dan Kedaulatan Rakyat serta media lain di Yogyakarta,” tandasnya. Adapun tujuan FSY, kata Mustofa, untuk melakukan revitalisasi gerakan sastra di Yogyakarta berbasis komunitas dan media, mendialogkan kembali permasalahan sastra, membuka ruang ekspresi bagi para sastrawan di Yogyakarta. “Pada acara festival kami mengundang para pegiat sastra baik individu maupun kelompok komunitas yang ada di DIY. Tentunya para pejabat terkait kami undang. Insya Allah, Walikota Yogya akan meresmikan situs Dewan Kebudayaan Kota,” kata Mustofa. (Cdr)-m |
|
| Adonis : Tak Ada Sastra Islam | |  | | 07/11/2008 08:36:22 KEHADIRAN sastrawan kondang kelas dunia, Adonis, dalam studium general yang digelar Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta - LkiS, Rabu (5/11), sangat menarik perhatian kalangan akademisi, seniman, budayawan dan peminat masalah Islam. Kegiatan diadakan di Ruang promosi Doktor Pascasarjana seolah menjadi tempat istimewa untuk menyambut pemikir Islam yang juga dikenal sebagai kritikus sastra kontroversial asal Syria itu. Mereka menanti pernyataan-pernyataan yang akan dilontarkan oleh pemilik nama asli Ali Ahmad Said yang kini berusia 78 tahun dalam studium general yang mengambil tema ‘Sastra Islam Pembebasan’. Di forum spesial itu, Adonis yang berambut gondrong dan berpenampilan santai itu mengemukakan pandangannya bahwa dalam masyarakat Islam ada dua pemahaman, yaitu yang melihat Islam yang berdasarkan wahyu dan Islam berdasarkan pengalaman dan interaksi manusia. Bagian pertama, semua umat Islam harus tunduk padaNya. Sedangkan bagian kedua diserahkan kepada ijtihad atau pemikiran manusia untuk memikirkannya sesuai dengan kebutuhan dan lingkungannya. Berkaitan dengan dunia sastra, Adonis berpendapat bahwa sastra Islam itu tidak ada. Tapi yang ada adalah sastra di kalangan masyarakat muslim. “Pada masa awal Islam sastra atau puisi itu mati, padahal sebelumnya sangat subur dan dikenal dengan nama Sastra Jahili,” katanya. Hal ini disebabkan sastra ditarik ke ranah ideologi, yaitu dengan banyaknya kutipan-kutipan alquran ataupun alhadis. Orang akan lebih memilih langsung membaca teks alqurannya dari pada puisi yang dicampuradukkan dengan alquran. Dengan demikian jika sastra sudah diseret ke ranah ideologi atau politik maka tinggal menunggu kehancurannya. Oleh karena itu, tandas Adonis, biarkanlah sastra itu bebas merdeka tidak boleh dikaitkan dengan embel-embel apa pun juga. Menurutnya, pada masa sekarang dunia sedang mengalami krisis. Tetapi bukanlah krisis pembuatan teks atau buku, karena masih banyak pengarang atau penerbit yang memroduksi teks atau buku. Krisis di sini adalah dalam cara pembacaan (pemahaman) teks atau buku itu termasuk di dalamnya cara pembacaan alquran al-Karim. Mendapat pertanyaan dari peserta studium general tentang penyusunan puisi yang dilakukan Abu Nuwwas yang konon didahului minum arak (khamr), sehingga karya puisinya banyak memuat kata-kata khamr. Adonis menjawab, “Ini merupakan salah satu contoh pembacaan teks yang keliru. Karena khamr di sini tidak diartikan dengan minuman yang memabukkan, tetapi suatu keadaan yang klimaks yang bisa melupakan semua yang ada di sekitarnya.” Ditanyakan juga tentang kemiripannya dengan al-Ma’ary, sastrawan pendahulunya sama-sama dari Syria dan sama-sama dicap oleh sebagian ulama sebagai orang murtad. Adonis mengemukakan bahwa seorang penyair sangat sulit untuk menilai dirinya dan menafsirkan apa yang ia katakan, karena ia sendiri sering lupa tentang apa yang ia katakan. Ia menegaskan, puisi pada masa kini tidak perlu sama seperti puisi zaman dahulu yang terikat oleh kaidah-kaidah arudl wal-qawafi (ilmu yang membahas notasi dan kesamaan bunyi akhir). “Biarkanlah puisi itu meluncur bebas. Bahasa puisi adalah bahasa yang tidak biasa digunakan orang lain atau tidak digunakannya bahasa yang si pencipta tahu lebih dahulu dari pada orang lain. Hanya penyair pemikir yang abadi dikenang zaman.” Sementara itu Dekan Fak Adab UIN Suka, Dr H Syihabuddin Qalyubi Lc MA salam sambutannya mengatakan bahwa Fak Adab berusaha senantiasa meningkatkan perannya dalam pengembangan bahasa dan sastra, antara lain kerja sama dengan instansi dan yang berkompetensi, serta mendatangkan para pakar di bidangnya, seperti Prof Dr Eckehard Schulz, Dr Thoralf Hanstein ahli bahasa Arab dari Leipzig University Jerman, Syekh Mohammad Nagy Ahmad Abd Qadir dari al-Azhar University Mesir, dan Aly Ahmad Sa’id Adonis dari Perancis. “Adonis adalah seorang kritikus, penyair, pemain teater, dan penerjemah yang ulung berperan aktif dalam tulisan-tulisannya dan kreativitasnya untuk mengembangkan budaya Arab modern dan mengubahnya dari sastra Arab klasik. Dalam analisis sastra ia banyak menggunakan metode struktural, semiotik, dan dekonstruksi. Langkah-langkah yang dilakukannya sangat diharapkan menjadi inspirasi bagi sastrawan di Indonesia dan mahasiswa fak Adab pada khususnya,” katanya.. (Cdr)-k |  |
|
| | << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
| | Results 5 - 8 of 21 |
|
Highlights
| Kerja Sama Prodi Ilmu Perpustakaan dan BKD | |  | | 25/02/2009 16:46:30 YOGYA (KR) - Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa lalu (24/2) menyelenggarakan workshop ‘Library and Information Studies Linkage and Promotion’ dengan dukungan penuh Indonesia IAIN Social Equity Project Canada. Kegiatan ini diikuti Badan Kepegawaian Daerah se-DIY dan Magelang, Ikatan Guru Pustakawan Madrasah, dan dosen prodi ilmu perpustakaan Fakultas Adab. Bertindak sebagai narasumber Prof Dr Jamshed Bahesti (Guru Besar ilmu perpustakaan McGill University) dan Prof Dr Sulistiyo Basuki (Guru Besar ilmu perpustakaan Universitas Indonesia). Dr H Syihabuddin Qalyubi Lc MA, Dekan Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mendekatkan institusinya dengan stakeholder. Jurusan Ilmu Perpustakaan dan informasi memiliki dua prodi, yaitu prodi Ilmu Perpustakaan (S1) dan prodi Perpustakaan dan Informasi Islam (D3). Sekalipun nama prodi ini menggunakan kata Islam dan di bawah UIN, tetapi materi perkuliahannya sesuai dengan standar Departemen Pendidikan Nasional dan dibuktikan keduanya telah mendapat akreditasi dengan nilai B dari Badan Akreditasi Perguruan Tinggi. Syihabuddin mengatakan, kegiatan merupakan rangkaian panjang kerja sama fakultasnya dengan McGill University. Mulai dari peningkatan SDM dengan mengikutkan pustakawan madrasah dan dosen ilmu perpustakaan dalam short course, program S2 dan S3 di McGill University, pelatihan pustakaan madrasah se-DIY, perpustakaan madrasah binaan dan pembentukan Ikatan Guru Pustakawan Madrasah se-DIY. (Cdr)-g | | |  | |
| DIRIKAN BENGKEL KALIGRAFI GANDENG SYEH PUJI ; Fak Adab Harus Lahirkan Sastrawan Besar | |  | | 13/12/2008 08:20:25 FAKULTAS Adab Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) dibawah kepemimpinan DR H Syihabuddin Qalyubi Lc MAg terus melakukan terobosan baru guna menggairahkan aktivitas mahasiswa dan para dosennya. Berbagai kegiatan yang bersifat akademik maupun apresiasi seni dan ilmu kebudayaan kini semakin terasa gregetnya lewat 'panggung-panggung' yang digelarnya baik di dalam maupun di luar kampus. Suatu saat Syihabuddin berharap agar Fakultas Adab akan menjadi 'Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Untuk mengangkat fakultasnya, Syihabuddin 'menggandeng' pihak-pihak lain untuk diajak kerja bareng dalam suatu acara. Misalnya kegiatan bedah novel, menghadirkan penulis berkaliber internasional dari luar negeri, membangun studio musik di fakultasnya, pentas seni musik dan sastra serta kegiatan lainnya. Salah satu kegiatan sastra adalah bedah novel 'Balada Cinta Majenun' di Pusat Bahasa, Budaya dan Agama UIN SUKA, Kamis (11/12). Pada acara bedah novel tersebut hadir selain Geidurrahman el-Mishry juga pembahas yaitu Kaji Habeb (Pencetus Wayang Mikael) serta kritikus sastra dari fakultas Adab Aning Ayu Kusumawati. Jelang bedah novel diisi oleh penampilan grup musik Sanggar NUUN dan pembacaan puisi oleh Geidurrahman. Menurutnya, kegiatan bedah novel merupakan rangkaian apresiasi Fakultas Adab terhadap bidang sastra dan budaya. "Ini merupakan jati diri Fakultas Adab. Oleh karena itu kita sedang mengajukan perubahan nama menjadi Fakultas Adab dan Ilmu Budaya," kata Syihab. Menurut pengamatan Syihab, kegiatan susastra di UIN SUKA sedang lesu. Padahal, kampus ini pernah melahirkan Faisal Ismail, Daelan Danuri, Subah Asa, Mathori elWa, Ulfatin, Faizi Kaelani, Kuswaedi Syafi'i, Hamdi Salad, Abidah, Bachrum Bunyamin, Labibah, dan Syubanuddin Alwi. Mereka adalah sastrawan besar yang lahir di Fakultas Adab. Sekarang, kata Syihab, kampus ini seakan-akan tiada gairah lagi. Apakah karena tangga masjid yang menjadi sumber inspirasi ini sudah tidak ada? Ataukah pembatasan jam malam, sehingga imajinasi yang biasa turun tengah malam tidak ada lagi?" ujar Syihabuddin bertanya. Ia mengajak kepada seluruh akademisi untuk menciptakan lingkungan baru sebagai sumber inspirasi baru. Pada akhir Desember nanti akan menjalin kerja sama dengan Dewan Kebudayaan Kota untuk mengumpulkan tokoh-tokoh susastra era 70-80an yang telah menebar benih peradaban di kampusnya. Ia mengungkapkan fakultasnya telah memiliki studio musik yang bisa dimanfaatkan mahasiswa. Selain itu dalam waktu dekat akan dibangun bengkel kerja kaligrafi kerja sama dengan Syeh Puji. "Orang banyak menilai minor terhadapnya. Itu hak mereka. Tapi kita punya hak untuk melihat ia dari sisi lain. Ia ahli dalam bisnis kaligrafi yang beromzet miliaran rupiah. Kenapa kita tidak bisa memperoleh manfaat. Di Fak Adab ada mata kuliah kaligrafi. Di fakultas ini pun banyak dosen dan mahasiswa yang berbakat dalam kaligrafi, kenapa tidak kita sambungkan dua kutub ini sehingga menjadi enerji yang dahsyat," tandas Syihab. (Cdr)-k | |
|
MA Ibnu al-Qayyim Unggul dalam Debat dua Bahasa |
|
Fakultas Adab Berhasil menyelenggarakan debat dengan Dua Bahasa (Arab dan Inggris) pada tanggal 25 Oktober 2008. Lomba debat ini diikuti SLTA di DIY dan Surakarta. Sebagai pemenang debat bahasa Inggris Juara I MA Ibn al-Qayyim, juara II MAN 3 Yogyakarta, dan juara III MAN PK Surakarta. Adapun juara I debat bahasa Arab SMA Islam Terpadu, juara II MA Ibn al-Qayyim, dan juara III MA PK Surakarta. Dengan demikian MA Ibn al-Qayyim menggondol dua juara. Syaikh Mohammad Nagi Abdul Qadir Dosen Tamu dari al-Azhar Mesir merasa bangga melihat kemampuan siswa-siswi beradu argumentasi menggunakan bahasa yang fasih. (SQ |
|
Launching Nama Adab dan Ilmu Budaya |
|
Nomenklatur Fak Adab dan Ilmu Budaya tanggal 9 Oktober dilaunching ke hadapan dosen-dosen. Maksud diadakan acara ini guna mendapatkan masukkan. Dan setelah itu akan disidangkan di hadapan Senat Fak Adab tanggal 13 Oktober 2008 |
|
Ikatan Keluarga Faakultas Adab (IKFA) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hari kamis 9 Oktober 2008 mengadakan syawalan. Acara ini dihadiri seratus anggotanya yang terdiri atas dosen karyawan, mahasiswa pensiunan dan janda. Dalam acara tersebut Dr. Syhabuddin Qalyubi, Lc, MA dekan fak Adab menjelaskan perlunya berkomunikasi dengan seluruh anggota IKFA. Dalam kesempatan tersebut dikatakan bahwa Adab telah banyak mengalami perubahan antara lain peminat Adab meningkat dari 275 orang tahun ini menjadi 371. Selanjutnya diterangkan bahwa fakultas ini akan berubah menjadi fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Pada acara ini disampaikan ceramah oleh Dr. Taifiq A.Dardiri, S.U. (SQ) |
|
Tim Pengembangan Fak Adab dalam sidangnya tanggal 23 September 2008 mendiskusikan kemungkinan perubanan nama fak menjadi Fakultas Adab dan Budaya. Untuk itu Drs. Jarot, M.A. minta civitas akademika fak Adab, para alumnus dan para pengguna fak Adab untuk memberikan masukan |
|
TIM PENGEMBANGAN FAK ADAB |
|
Tim Pengembangan Fak Adab yang diketuai Drs.Jarot Wahyuidi, MA dalam rapatnya Rabu 17 September 2008 mencangkan beberapa agenda kegiatan, mulai penataan Renstra, penampungan masukan -masukan dan pendataan alumni |
|
Gerbang Kusuka di Soft Launching pada tanggal 28 Desember 2007 ditandai dengan penyebaran Leaflet ke civitas academica. Softlaunching bertujuan memberikan kesempatan civitas academica UIN Sunan Kalijaga untuk memberi masukan, kritik dan saran sekaligus melengkapi data yang dibutuhkan oleh Tim Gerbang Kusuka. Komentar mohon dikirim
ke
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
atau hubungi content manager – Edy Purwanta di Fakultas Adab.
|
|
Bagi mahsiswa S1 Fakultas Adab yang akan mengajukan proposal atau sedang menulis skripsi saat ini sudah terbit buku panduan yang dapat di-download di sini |
|
Ikatan Keluarga Fakultas Adab (IKFA) mengadakan syawalan keluarga Fakultas Adab di taman Fakultas Adab pada tanggal 25 Oktober 2007 yang dihadiri oleh dosen-dosen Fakultas Adab, dengan pengisi Hikmah Syawalan Dr. H. Syihabuddin Qalyubi, Lc., M.Ag. |
|
November 2007, Fakultas Adab mengadakan pemilihan dekan. Dr. H. Syihabuddin Qalyubi, Lc., M.Ag. terpilih sebagai dekan menggantikan Drs. H. M. Syakir Ali, M.Si. |
|
Who's Online
We have 7 guests online
|